CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

nathania frisca

Rabu, 04 April 2012

BBM NAIK

tanggal 1 april kemarin didaulat akan menjadi hari dimana harga BBM akan dinaikan oleh pemerintah.Sehubungan dengan hal itu,terjadilah pergolakan di seluruh lapisan masyarakat,baik buruh,petani,bahkan sampai kaum intelek yaitu mahasiswa.Penolakan terhadap kenaikan harga BBM ini tidak hanya ada di dunia nyata saja melainkan juga ada di dunia maya,salah satunya adalah di sosial media yang sudah sangat akrab dengan kita,yaitu twitter.
di twitter kalau kita perhatikan pasti akan ada orang yang buat status begini "dasar orang indonesia,harga BBM dinaikan jadi 6ribu aja ribut,padahal harga rokok sebungkus 12rb enggak ribut",ada yang aneh nggak sih dari status itu???
ya mungkin maksudnya baik yah,mau nunjukkin kalo rokok yang lebih enggak penting aja orang indonesia mampu beli tanpa pake demo-demo an gitu yah tapi,ini nih yang orang indonesia enggak ngerti.Mungkin dari kalian yang baca posting ini ada yang bikin status ini juga,aku cuman mau bilang,bertobatlah..hhahaaa..
jadi begini,rokok dan BBM merupakan dua hal yang sama sekali tidak sama dan tidak dapat dipersamakan sama sekali,kenapaa?? faktor utama yang membedakan hal ini adalah dari pengaruhnya.pertama marilah kita lihat pengaruh harga rokok dalam kehidupan masyarakat indonesia,walaupun sekalipun harga rokok dibuat jadi 50 ribu,hal ini tetap aja enggak berpengaruh buat masyarakat indonesia,kenapaa??karena ya memang enggak semua masyarakat indonesia itu ngerokok kali -.- dan kalo harga rokok naik,ya bodo amat sama harga yang lain,enggak bakal mempengaruhi apa-apa,palingan cuman mempengaruhi kantong dan dompet para perokok di indonesia,tapi bayangin kalo misalkan harga BBM yang naik,harga BBM jelas akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan karena,mau keluar rumah kemana-mana naik kendaraan harus pake BBM,mau belanja cabe,ngangkut cabe dri petani ke pasar pake BBM,mau nonton TV nyalainnya sih emang pake listrik tapi listriknya kan juga pake BBM,jadi hal ini pun jelas akan mempengaruhi seluruh masyarakat indonesia dan yang jelas jelas akan dirugikan dari dampak kenaikan harga BBM ini ya rakyat kecil.
jadi jelas kan kenapa harga rokok itu sama sekali tidak sama dengan harga BBM??
jadi lebih baik saya himbau agar dalam membuat status di sosial media pun harus pintar dan sedikit lebih kritis lah,jangan hanya ikut-ikutan dan hanya mengerti sebagian saja,tapi coba dipahami dan dikritisi sepenuhnya.
Dampak lain dari kenaikan harga BBM ini adalah DEMO besar-besaran yang diadakan di seluruh daerah di indonesia.
Demo memang bukan hal yang tabu lagi di kalangan masyarakat indonesia dan demo juga bukan merupakan hal yang dilarang oleh pemerintah,hanya saja yang dilarang itu kalau demo nya anarkis.
nah,permasalahannya adalah,kenapa demo-demo di indonesia bisa sampai anarkis??
demo merupakan salah satu cara untuk menyalurkan pendapat yang telah diatur dalam UU tentang menyatakan pendapat.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan suatu demonstrasi yaitu harus ada penanggung jawab demo,harus jelas tujuannya dan juga merupakan aksi damai.
demo anarkis muncul dikarenakan tidak didengarkannya demo secara damai.
UU ini dibuat seakan akan hanya untuk menenangkan rakyat karena memang dari seluruh aksi yang diperbolehkan oleh undang-undang,tidak ada yang didengarkan oleh pemerintah,jadi memang hanya untuk meyakinkan rakyat bahwa mereka dapat secara bebas menyatakan pendapat,padahal mah pendapatnya juga enggak didengerin,nah maka dari itu timbullah demo anarkis.
maka dari itu kita sebagai orang terpelajar tidak boleh memandang sebelah mata tentang demo anarkis ini,karena pasti ada sebabnya dilakukan demo anarkis ini.
yaa semoga aja di penundaan kenaikan harga BBM ini masyarakat indonesia semakin disadarkan bahwa masih banyak hal positif yang bisa diambil,contohnya,mengurangi kemacetan jadi fasilitas umum akan digunakan secara maksimal,positifnya,supir angkot dan angkutan lain bisa dapet penghasilan lebih banyak dari biasanya karena orang-orang pasti naik angkutan umum.
so stay think positive :)
Godbless :) :)

Minggu, 26 Februari 2012

KKN POSDAYA DESA KALIRANCANG 2012

Kabupaten Kebumen,Kecamatan Alian,Desa Kalirancang,Posdaya Mandiri Sabdaguna

Posdaya merupakan singkatan dari Pos Pemberdayaan Keluarga,hal ini merupakan tugas utama dari tim KKN Unsoed yang ditempatkan di desa2 terpencil di beberapa kabupaten di daerah sekitar banyumas.Posdaya ini diharapkan kedepannya dapat mengembangkan potensi desa melalui keluarga yang diwujudkan melalui 4 pilar utama,yaitu pendidikan,ekonomi,kesehatan dan lingkungan.Posdaya yang kami dirikan di desa Kalirancang ini namanya Posdaya Mandiri Sabdaguna.
Saya (bukan) kebetulan ditempatkan di desa kalirancang kecamatan alian,kabupaten kebumen,dengan 9 orang yang beruntung bisa menjadi teman sekelompok saya.
(bukan) Kebetulan di desa kalirancang saya di daulat menjadi seorang kembang desa bersama dengan adik saya si desniaty rahayu yang juga menjadi kembang desa.Kegiatan kembang desa kalirancang pada umumnya ya sama seperti kembang-kembang desa di desa lainnya,hanya saja ada sedikit perbedaan,kembang desa kalirancang (agak) (sedikit) ditindas.Contoh kongkrit ya dari bangun pagi,kami (kembang desa 1 dan 2) paling jarang mandi di posko karena memang sudah kehabisan air alhasil ya harus menumpang mandi di tetangga tapi ya karena kami kembang desa jadinya tetangga sekitar kami menerima kami dengan senang hati.Kami (kembang desa 1 dan 2) juga paling jarang sarapan pagi dikarenakan memang waktu kami yg tidak cukup lagi untuk sarapan karena sudah habis untuk mandi.Tetapi tentu saja terdapat beberapa keuntungan menjadi kembang desa,salah satunya adalah dikenalnya kami di seantero kecamatan alian dan punya cabang perjaka desa di setiap desa di kecamatan alian.
Tugas menjadi kembang desa tidaklah mudah  karena kami harus menseleksi dengan benar para perjaka desa yang mendaftar untuk menjadi pasangan kami.
Posko kami pun selalu ramai dengan anak-anak kecil yang datang untuk bermain dan seketika itu juga posko kami berubah menjadi PAUD dadakan.Anak-anak kecil yang datang biasanya cuman nyari kak adit,makanya kami bilang anak-anak itu adalah adit fans club -.-
inilah salah satu kegiatan adit fans club (dari kiri ke kanan: ajeng,rifky,desni,winda,riska,lila,frisca)
dan inilah hasil dari kegiatan adit fans club,sangat kreatif..
kira-kira seperti itulah kegiatan di posko KKN POSDAYA Desa Kalirancang.
Secepatnya kami akan kembali lagi ke Desa Kalirancang yang telah mempertemukan kami bersepuluh :)

Rabu, 12 Oktober 2011

1 korintus 10:13

"percobaan-percobaan yang kamu alami ialah percobaan-percobaan biasa,yang tidak melebihi kekuatan manusia.Sebab Allah itu setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar,sehingga kamu dapat menanggungnya"
Ayat diatas berarti luar biasa bangget.Saat ini adalah saat ter hancur gw,disaat semua orang bisa seenaknya pergi ninggalin gw,gw cuman percaya satu hal bahwa Tuhan nggak akan diam,Dia akan memberikan jalan keluar atas setiap masalah masalah gw,disaat keluarga gw,orang2 yang seharusnya mendukung gw pun malah ikut2an seperti orang lain yang hanya bisa menyalahkan,gw hanya percaya satu hal bahwa penyertaan Tuhan itu nyata dalam hidup gw,Dia akan memberikan jalan keluar atas setiap masalah gw,hal ini memang tidak mudah,tapi gw yakin dan percaya bahwa gw punya Tuhan yang lebih luar biasa dari APAPUN yang mencobai gw,Dia hebat,Dia luar biasa,Dia selalu ada buat gw!
Tuhan,aku serahkan semuanya sama Tuhan,aku berencana,tapi aku tau,Tuhan yang atur semuanya jadi hal yang luar biasa,cara caraMu ya Tuhan,diluar dari akal manusia,aku yakin dan percaya.
Terima kasih Tuhan,terima kasih karena Kau telah memilih aku jadi anakMu..
I love You Lord,more than anything!!

Minggu, 21 Agustus 2011

gladi kotor osmb detak 2011 fakultas hukum unsoed


Kocak!
Cuman itu kata2 yang bisa saya ungkapkan.maklum lah ya,baru pertama kali gladi kotor,makanya aku nggak bisa ngebandingin,jadi aku menilai hanya dari sisi luarnya aja yah.kekocakan pertama adalah miss komunikasi ttg jam mulai gladi,ada yg bilang jam 9 ada yg jam 10,jam 11,malah ada yang bilang jam 3 ckckckckkk..sebenarnya dari sisi itu aja aku udah agak yang gimana gitu,ketauan bangget gimana kinerja para panitia didalamnya,ya termasuk aku juga,aku panitia osmb,dan aku akui ini sudah terlampau parah.
Sungguh sangat kocak ketika masalah yg simpel ini tiba2 menjadi besar karena ada salah satu divisi yang jadi mencak mencak (red:marah marah) karena belom tidur karena latian,terus bela2in dateng eh taunya jamnya ga jelas gini,hal ini jelas memancing emosi dari panitia yang terlalu lelah.kekocakan berikutnya adalah ternyata,pada tanggal yang telah ditentukan sebelumnya,yaitu tanggal 20 agustus 2011 ini,ada registrasi mahasiswa baru,ya masa iya kita gladi kotor ospek padahal salah satu dari maba yang lewat2 itu salah satu dari maba yang bakal kita osmb kan nanti,yang ada nanti bakalan jadi tontonan dan ga seru lagi.makanya aku cuman mau mengkritisi dikit aja,dalam suatu kepanitiaan itu masalah komunikasi emang masalah yang paling urgent,jujur aja saat ini aku sih belom pernah denger ada organisasi yang enggak bermasalah masalah komunikasi,naaahh sekarang kan tinggal bagaimana orang2 yang ada di dalamnya untuk menyiasatinya,mau berubah atau mau stuck disitu aja dan terus2an bermasalah dengan yang namanya komunikasi.aku bukannya mau bilang organisasi aku paling ideal dan paling pantas dicontoh,tapi maksud aku nulis kayak gini ya cuman sebagai aja sharing aja,supaya pada akhirnya di unsoed ini nantinya gaada lg yang namanya masalah komunikasi yang paling klasik sedunia ini.terimakasih,selamat siang,selamat beraktivitas,Tuhan memberkati :)

Kamis, 07 Juli 2011

malam ini sebenarnya biingung mau nulis apa..
ehh tiba2 iseng mau buka fbnya inanguda melda..
and,i miss her :( really miss her :( baru aja sadar kalau sudah kehilangan 2 orang yang sangat luar biasa dalam hidup aku,inanguda melda dan om cacang..
jujur aja sampe sekarang aku masih gamau percaya kalau om cacang udh gaada..
kejadiannya begitu cepat dan kayak mimpi aja,aku bahkan belom liat saat2 terakhirnya om cacang pergi :(
aku kangen sama om cacang,aku belom ketemu buat yang terakhir kalinya sama om cacang !
om cacang kenapa cepet pergi ??
kalo om cacang gaada nanti kita nggak ke puncak lagi,kita enggak ketawa2 lagi..
aku kangen om cacang :(
i miss both of you..
see you in heaven,i'm pretty sure both of you is happy now :)
miss both of you :)

Rabu, 15 Juni 2011

hukum adat 14 juni 2011

tugasnya diuruh bwt menceritakan adat istiadat kita masing masing..
karena saya orang batak maka saya mengangkat adat istiadat dari suku batak.
berikut isi tugas saya :)

TUGAS HUKUM ADAT




Disusun Oleh:
Nathania Frisca
E1A008148
Kelas A


KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS HUKUM
PURWOKERTO
2011
Latar belakang
Adat Istiadat merupakan merupakan kebiasaan atau kesukaan masyarakat setempat, Setiap kelompok masyarakat memiliki aturan dan tata cara yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia, Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.
R.W Liddle mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatra bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuan-satuan sosial dan politik yang lebih besar.Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial.Dalam disertasinya J. Pardede mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. Sebaliknya, Siti Omas Manurung, seorang istri dari putra pendeta Batak Toba menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa Pusuk Bukit, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.



Permasalahan yang timbul adalah bagaimanakah sejarah adanya suku batak,penyebaran agama dalam suku batak dan hubungan kekerabatan dalam masyarakat batak??
Sejarah
Orang Batak termasuk ras Mongoloid Selatan yang berbahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum).Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatra Utara di zaman logam. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman. Kapur Barus dari tanah Batak bermutu tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor di samping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera.Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kapur Barus mulai banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal.

Penyebaran agama

Masuknya Islam
Dalam kunjungannya pada tahun 1292, Marco Polo melaporkan bahwa masyarakat Batak sebagai orang-orang "liar yang musyrik" dan tidak pernah terpengaruh oleh agama-agama dari luar. Meskipun Ibn Battuta, mengunjungi Sumatera Utara pada tahun 1345 dan mengislamkan Sultan Al-Malik Al-Dhahir, masyarakat Batak tidak pernah mengenal Islam sebelum disebarkan oleh pedagang Minangkabau. Bersamaan dengan usaha dagangnya, banyak pedagang Minangkabau yang melakukan kawin-mawin dengan perempuan Batak. Hal ini secara perlahan telah meningkatakan pemeluk Islam di tengah-tengah masyarakat Batak.Pada masa Perang Paderi di awal abad ke-19, pasukan Minangkabau menyerang tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Namun penyerangan Paderi atas wilayah Toba, tidak dapat mengislamkan masyarakat tersebut, yang pada akhirnya mereka menganut agama Kristen Protestan.Kerajaan Aceh di utara, juga banyak berperan dalam mengislamkan masyarakat Karo dan Pakpak. Sementara Simalungun banyak terkena pengaruh Islam dari masyarakat Melayu di pesisir Sumatera Timur
Misionaris Kristen
Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak.Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.
Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak - Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.
Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.
Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Kristen dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya.Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia-Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.
Gereja HKBP
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Pada akhir tahun 1920-an, sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. Kemudian pada tahun 1941, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan.

Kepercayaan

Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu.
Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:
·  Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
·  Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
·  Begu : adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

Kekerabatan

Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosiologis, sementara kekerabatan teritorial tidak ada.
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.
Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosofi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.

Falsafah dan sistem kemasyarakatan

Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu. Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam puak Batak
1. Dalihan Na Tolu (Toba) • Somba Marhula-hula • Manat Mardongan Tubu • Elek Marboru
2. Dalian Na Tolu (Mandailing dan Angkola) • Hormat Marmora • Manat Markahanggi • Elek Maranak Boru
3. Tolu Sahundulan (Simalungun) • Martondong Ningon Hormat, Sombah • Marsanina Ningon Pakkei, Manat • Marboru Ningon Elek, Pakkei
4. Rakut Sitelu (Karo) • Nembah Man Kalimbubu • Mehamat Man Sembuyak • Nami-nami Man Anak Beru
5. Daliken Sitelu (Pakpak) • Sembah Merkula-kula • Manat Merdengan Tubuh • Elek Marberru
·            Hulahula/Mora adalah pihak keluarga dari isteri. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat Batak (semua sub-suku Batak) sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula).
·            Dongan Tubu/Hahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. Namun, pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.
·            Boru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. Namun walaupun berfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan: Elek marboru.
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.

Ritual kanibalisme

Ritual kanibalisme telah terdokumentasi dengan baik di kalangan orang Batak, yang bertujuan untuk memperkuat tondi pemakan itu. Secara khusus, darah, jantung, telapak tangan, dan telapak kaki dianggap sebagai kaya tondi.
Dalam memoir Marco Polo yang sempat datang berekspedisi dipesisir timur Sumatera dari bulan April sampai September 1292, ia menyebutkan bahwa ia berjumpa dengan orang yang menceritakan akan adanya masyarakyat pedalaman yang disebut sebagai "pemakan manusia".Dari sumber-sumber sekunder, Marco Polo mencatat cerita tentang ritual kanibalisme di antara masyarakat "Battas". Walau Marco Polo hanya tinggal di wilayah pesisir, dan tidak pernah pergi langsung ke pedalaman untuk memverifikasi cerita tersebut, namun dia bisa menceritakan ritual tersebut.
Niccolò Da Conti (1395-1469), seorang Venesia yang menghabiskan sebagian besar tahun 1421 di Sumatra, dalam perjalanan panjangnya untuk misi perdagangan di Asia Tenggara (1414-1439), mencatat kehidupan masyarakat. Dia menulis sebuah deskripsi singkat tentang penduduk Batak: "Dalam bagian pulau, disebut Batech kanibal hidup berperang terus-menerus kepada tetangga mereka "
Thomas Stamford Raffles pada 1820 mempelajari Batak dan ritual mereka, serta undang-undang mengenai konsumsi daging manusia, menulis secara detail tentang pelanggaran yang dibenarkan.Raffles menyatakan bahwa: "Suatu hal yang biasa dimana orang-orang memakan orang tua mereka ketika terlalu tua untuk bekerja, dan untuk kejahatan tertentu penjahat akan dimakan hidup-hidup".. "daging dimakan mentah atau dipanggang, dengan kapur, garam dan sedikit nasi".
Para dokter Jerman dan ahli geografi Franz Wilhelm Junghuhn, mengunjungi tanah Batak pada tahun 1840-1841. Junghuhn mengatakan tentang ritual kanibalisme di antara orang Batak (yang ia sebut "Battaer"). Junghuhn menceritakan bagaimana setelah penerbangan berbahaya dan lapar, ia tiba di sebuah desa yang ramah. Makanan yang ditawarkan oleh tuan rumahnya adalah daging dari dua tahanan yang telah disembelih sehari sebelumnya.Namun hal ini terkadang dibesar-besarkan dengan maksud menakut-nakuti orang/pihak yang bermaksud menjajah dan/atau sesekali agar mendapatkan pekerjaan yang dibayar baik sebagai tukang pundak bagi pedagang maupun sebagai tentara bayaran bagi suku-suku pesisir yang diganggu oleh bajak laut.
Oscar von Kessel mengunjungi Silindung di tahun 1840-an, dan pada tahun 1844 mungkin orang Eropa pertama yang mengamati ritual kanibalisme Batak di mana suatu pezina dihukum dan dimakan hidup. Menariknya, terdapat deskripsi paralel dari Marsden untuk beberapa hal penting, von Kessel menyatakan bahwa kanibalisme dianggap oleh orang Batak sebagai perbuatan berdasarkan hukum dan aplikasinya dibatasi untuk pelanggaran yang sangat sempit yakni pencurian, perzinaan, mata-mata, atau pengkhianatan. Garam, cabe merah, dan lemon harus diberikan oleh keluarga korban sebagai tanda bahwa mereka menerima putusan masyarakat dan tidak memikirkan balas dendam.
Ida Pfeiffer mengunjungi Batak pada bulan Agustus 1852, dan meskipun dia tidak mengamati kanibalisme apapun, dia diberitahu bahwa: "Tahanan perang diikat pada sebuah pohon dan dipenggal sekaligus, tetapi darah secara hati-hati diawetkan untuk minuman, dan kadang-kadang dibuat menjadi semacam puding dengan nasi. Tubuh kemudian didistribusikan; telinga, hidung, dan telapak kaki adalah milik eksklusif raja, selain klaim atas sebagian lainnya. Telapak tangan, telapak kaki, daging kepala, jantung, serta hati, dibuat menjadi hidangan khas. Daging pada umumnya dipanggang serta dimakan dengan garam. Para perempuan tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam makan malam publik besar ".
Pada 1890, pemerintah kolonial Belanda melarang kanibalisme di wilayah kendali mereka. Rumor kanibalisme Batak bertahan hingga awal abad ke-20, dan nampaknya kemungkinan bahwa adat tersebut telah jarang dilakukan sejak tahun 1816. Hal ini dikarenakan besarnya pengaruh Islam dalam masyarakat Batak.

Tarombo

Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum laki-laki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga.
Penutup
Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.
Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah

tugas ini pun tak luput dari kesalahan,jadi kalau ada salah2 ya mohon maap aja..karena ini juga bersumber dari internet..
ihhihihiiiiii :p








Minggu, 29 Mei 2011

Pacaran beda agama


“Boleh nggak sih pacaran beda agama?” suatu pertanyaan klasik yang biasa ditanyakan sama anak-anak muda masa kini,jawabannya tentu saja tergantung orang yang ditanya.Saya pribadi kalau ditanya masalah ini maka saya akan bilang kalau pacaran beda agama itu tidak boleh.Saya menjawab seperti itu bukannya tanpa dasar,tetapi saya mendasarinya dari alkitab dan beberapa referensi yang pernah saya baca.Alkitab sendiri menegaskan dalam 2 korintus 6:14a “janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya”.Dalam kutipan diatas jelas dikatakan bahwa janganlah kita merupakan pasangan yang tidak seimbang,tidak peduli baru pacaran atau bahkan sudah mau menikah,yang jelas disini dikatakan jangan.Hal tersebut juga dikatakan dalam beberapa literatur.Selain dari alkitab dan beberapa literatur,penanaman nilai dalam keluarga juga akan mempengaruhi pola pikir seseorang dalam menyikapi hal ini.Beberapa keluarga kristen mengatakan bahwa tidak masalah apabila pacaran beda agama,asalkan jangan sampai kawin beda agama,atau bahkan beberapa keluarga yang lain mengatakan tidak masalah apabila harus menikah beda agama,tetapi dalam keluarga saya selalu ditekankan bahwa pacaran harus dengan yang seagama,karena agama bukanlah hal yang pantas untuk dipermainkan,lagipula melihat dari definisi pacaran yaitu proses mengenal pasangan,dalam artian pacaran memang sudah pasti mengarah ke pernikahan,jadi kalau sudah pasti mengarah ke pernikahan,untuk apalagi main-main??
Melihat dari fakta,sebenarnya bukannya dilarang untuk berpacaran beda agama,namun seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa semuanya tergantung pada pribadi masing-masing.Pacaran yang baik kan seharusnya bisa saling mendukung dalam segala aspek termasuk dalam pertumbuhan iman,kalau sudah beda agama,bagaimana dapat saling mendukung dalam pertumbuhan iman?.Memang pada faktanya banyak juga anak Tuhan yang menjalani pacaran beda agama,baik itu secara diam-diam ataupun terang-terangan,tetapi akan lebih baik kalau bisa pergi beribadah bersama kan? :)
Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui tetapi untuk media saling sharing.Semoga terberkati dengan tulisan ini,GBU J
Nathania Frisca
             E1A008148